Medan - INFO BS : Upaya menekan laju inflasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Sumatera Utara pascabencana yang melanda sejumlah wilayah. Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said , menegaskan bahwa pengendalian harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan di tengah proses pemulihan.
Menurutnya, bencana
alam kerap berdampak langsung terhadap distribusi barang dan ketersediaan
pasokan, terutama bahan pangan. Gangguan akses transportasi dan infrastruktur
dapat memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, koordinasi antara pemerintah
pusat, pemerintah daerah, serta otoritas terkait perlu diperkuat untuk memastikan
rantai pasok tetap berjalan lancar.
Legislator Partai Golkar
tersebut menjelaskan bahwa stabilitas harga merupakan faktor penting dalam
menjaga ketenangan sosial. Ketika harga kebutuhan pokok melonjak tajam,
masyarakat yang terdampak bencana akan menghadapi beban ganda, yakni kerugian
akibat bencana dan meningkatnya biaya hidup. Kondisi ini berpotensi
memperlambat proses pemulihan ekonomi daerah.
Ia mendorong pemerintah
daerah di Sumut untuk aktif memantau perkembangan harga di pasar tradisional
maupun modern. Intervensi cepat melalui operasi pasar, subsidi distribusi, atau
penguatan cadangan pangan daerah dapat menjadi solusi jangka pendek untuk
menekan gejolak harga. Selain itu, sinergi dengan Badan Pangan Nasional dan
instansi terkait dinilai krusial dalam memastikan stok tetap aman.
Dalam situasi
pascabencana, perhatian terhadap kelompok rentan juga harus menjadi fokus.
Rumah tangga berpenghasilan rendah, petani kecil, dan pelaku usaha mikro
merupakan pihak yang paling merasakan dampak inflasi. Oleh sebab itu, bantuan
sosial dan program perlindungan ekonomi perlu disalurkan secara tepat sasaran
agar mampu menjaga daya beli masyarakat.
Anggota DPR itu juga
menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang responsif terhadap
dinamika daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan
diperlukan untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang mungkin muncul akibat
gangguan produksi dan distribusi. Dengan langkah yang terukur, stabilitas harga
dapat dipertahankan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Lebih jauh, ia
menyatakan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal angka statistik,
melainkan menyangkut kesejahteraan masyarakat secara langsung. Stabilitas harga
akan menciptakan rasa aman dan optimisme bagi warga yang tengah bangkit dari
dampak bencana. Kepercayaan publik terhadap pemerintah pun akan meningkat jika
kebijakan yang diambil mampu memberikan perlindungan nyata.
Sebagai penutup, ia
berharap seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Utara terus memperkuat
koordinasi dan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga. Dengan pengendalian
inflasi yang efektif, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat
dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.(sumber :
dprgoid)
