Notification

×

Iklan

Iklan

Pengendalian Harga Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Sumut Usai Dilanda Bencana

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23.50 WIB Last Updated 2026-02-28T16:50:12Z


Medan  -  INFO BS   :  Upaya menekan laju inflasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Sumatera Utara pascabencana yang melanda sejumlah wilayah. Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said , menegaskan bahwa pengendalian harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan di tengah proses pemulihan.

 

Menurutnya, bencana alam kerap berdampak langsung terhadap distribusi barang dan ketersediaan pasokan, terutama bahan pangan. Gangguan akses transportasi dan infrastruktur dapat memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta otoritas terkait perlu diperkuat untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar.

 

Legislator Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa stabilitas harga merupakan faktor penting dalam menjaga ketenangan sosial. Ketika harga kebutuhan pokok melonjak tajam, masyarakat yang terdampak bencana akan menghadapi beban ganda, yakni kerugian akibat bencana dan meningkatnya biaya hidup. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses pemulihan ekonomi daerah.

 

Ia mendorong pemerintah daerah di Sumut untuk aktif memantau perkembangan harga di pasar tradisional maupun modern. Intervensi cepat melalui operasi pasar, subsidi distribusi, atau penguatan cadangan pangan daerah dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menekan gejolak harga. Selain itu, sinergi dengan Badan Pangan Nasional dan instansi terkait dinilai krusial dalam memastikan stok tetap aman.

 

Dalam situasi pascabencana, perhatian terhadap kelompok rentan juga harus menjadi fokus. Rumah tangga berpenghasilan rendah, petani kecil, dan pelaku usaha mikro merupakan pihak yang paling merasakan dampak inflasi. Oleh sebab itu, bantuan sosial dan program perlindungan ekonomi perlu disalurkan secara tepat sasaran agar mampu menjaga daya beli masyarakat.

 

Anggota DPR itu juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang responsif terhadap dinamika daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan diperlukan untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang mungkin muncul akibat gangguan produksi dan distribusi. Dengan langkah yang terukur, stabilitas harga dapat dipertahankan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

 

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal angka statistik, melainkan menyangkut kesejahteraan masyarakat secara langsung. Stabilitas harga akan menciptakan rasa aman dan optimisme bagi warga yang tengah bangkit dari dampak bencana. Kepercayaan publik terhadap pemerintah pun akan meningkat jika kebijakan yang diambil mampu memberikan perlindungan nyata.

 

Sebagai penutup, ia berharap seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Utara terus memperkuat koordinasi dan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga. Dengan pengendalian inflasi yang efektif, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.(sumber : dprgoid) 


×
Berita Terbaru Update