Notification

×

Iklan

Iklan

Kultum Jelang Tarawih di Masjid Al-‘Arasy Asoka Asri: Ciri Orang Bertaqwa di Bulan Ramadhan

Jumat, 27 Februari 2026 | 03.44 WIB Last Updated 2026-02-26T20:44:22Z


 Medan -  INFO BS  : Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-‘Arasy Perumahan Asoka Asri Medan ,  saat jamaah bersiap menunaikan salat Tarawih. Kamis Malam (26/2/2026)  Dalam kesempatan kultum jelang Tarawih, Ustadz Muhammad Naviri Syafril menyampaikan tausiyah bertema “Ciri Orang Bertaqwa di Bulan Ramadhan”. Pesan yang disampaikan mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kualitas iman dan ketakwaan.

 

Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Naviri Syafril menjelaskan bahwa tujuan utama diwajibkannya puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah agar umat Islam menjadi pribadi yang bertaqwa. Taqwa, menurutnya, bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang Allah SWT.

 

“Ada beberapa ciri orang bertaqwa di bulan Ramadhan. Pertama, ia menjaga shalatnya, terutama shalat lima waktu dan memperbanyak shalat sunnah seperti Tarawih. Orang bertaqwa tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan dalam beribadah,” ujarnya di hadapan jamaah.

 

Ciri kedua, lanjutnya, adalah mampu menjaga lisan. Ramadhan menjadi latihan besar untuk menahan diri dari berkata dusta, ghibah, fitnah, maupun ucapan yang menyakiti orang lain. Ia mengingatkan bahwa nilai puasa bisa berkurang bahkan hilang jika seseorang tidak mampu menjaga lisannya.

 

Selain itu, orang bertaqwa juga gemar bersedekah dan peduli terhadap sesama. Ramadhan merupakan bulan berbagi, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Ustadz Muhammad Naviri Syafril mengajak jamaah untuk menyisihkan sebagian rezeki membantu fakir miskin, anak yatim, serta mereka yang membutuhkan.

 

“Ciri lainnya adalah gemar membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka orang yang bertaqwa akan memperbanyak tilawah, memahami maknanya, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan sombong. Menurutnya, puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga proses penyucian jiwa. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

 

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Muhammad Naviri Syafril mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai madrasah pembentukan karakter. Ketakwaan yang dilatih selama sebulan penuh hendaknya terus dijaga hingga bulan-bulan berikutnya.

 

Kultum singkat tersebut mendapat respons positif dari jamaah. Mereka berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Suasana semakin khidmat ketika tausiyah ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjadikan seluruh jamaah sebagai hamba-hamba yang bertaqwa dan diterima amal ibadahnya di bulan suci Ramadhan.(ktrB-01)

 


×
Berita Terbaru Update