Notification

×

Iklan

Iklan

" Jalan Lintas Alternatif Langkat–Tanah Karo Longsor, Kendaraan Diminta Ekstra Hati-Hati."

Sabtu, 05 September 2026 | 12.18 WIB Last Updated 2026-09-05T05:18:56Z


 Langkat -  INFO BS  :  Akses jalan lintas alternatif yang menghubungkan Kabupaten Langkat, Kota Binjai hingga Kabupaten Karo, tepatnya di wilayah Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, mengalami longsor dan terancam putus total.


Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbatasan Langkat–Karo selama beberapa hari terakhir. Kondisi badan jalan yang longsor membuat jalur sepanjang puluhan meter kini berada dalam kondisi sangat mengkhawatirkan.


Pantauan di lokasi pada Kamis (3/9/2026), material tanah dan batu penahan badan jalan terus tergerus. Sebagian badan jalan bahkan tampak menggantung karena tanah di bawahnya telah terkikis. Kondisi tersebut membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas.


Sementara kendaraan truk untuk sementara belum diperbolehkan melintas. Kondisi aspal dinilai tidak lagi mampu menahan beban kendaraan berat sehingga dikhawatirkan memperparah kerusakan dan menyebabkan badan jalan amblas.


Warga setempat mengaku cemas jika longsor semakin meluas hingga menyebabkan jalan terputus total. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat Pamah Simelir, Desa Telagah, Adin Tengah, dan Bunga Rinte menuju Kota Binjai, Stabat hingga Medan.


“Kalau jalan ini putus total, kami ingin ke Binjai, Stabat dan Medan harus mutar jauh sekali jika melalui jalan dari Berastagi. Begitu juga anak sekolah yang bersekolah ke SMPN 3 Desa Rumah Galoh dan petani membawa hasil kebun, semua lewat sini kalau mau sekolah dan ke Binjai. Kami mohon segera diperbaiki,” ujar Putra Depari, warga setempat.


Kepala Desa Telagah, Kolen Ginting, berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) segera mengambil langkah penanganan terhadap kondisi jalan yang sudah masuk kategori darurat.


“Kami memohon kiranya dari Pemprovsu dapat menanggapi dan memperbaiki jalan kami ini. Soalnya jalur ini jalan vital. Kalau terus dibiarkan, jalan ini akan terputus dan dapat memutus total akses transportasi umum, ekonomi dan pendidikan sekolah bagi warga di Desa Telagah dan desa lainnya di sekitaran Desa Telagah,” ucap Kolen.


Menurutnya, kerusakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Petani yang mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil kebun akan mengalami kesulitan apabila akses terputus.


Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat alat berat maupun petugas dari instansi terkait berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Kendaraan roda dua dan roda empat masih melintas dengan risiko cukup tinggi, sementara kendaraan bermuatan berat dibatasi.


Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah darurat, seperti memasang rambu peringatan, melakukan pengamanan badan jalan, mengatur atau mengalihkan arus kendaraan, serta memperbaiki titik longsor secara permanen.


Pemasangan rambu dinilai penting, khususnya pada malam hari, agar pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan dapat mengantisipasi bahaya dan tidak menjadi korban kecelakaan.


Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga badan jalan benar-benar putus. Penanganan cepat diperlukan untuk menjaga konektivitas transportasi, pendidikan dan roda perekonomian warga di kawasan Langkat–Karo.(DS) 




×
Berita Terbaru Update