Notification

×

Iklan

Iklan

"Bamsoet Dorong Aparat Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh."

Senin, 17 Agustus 2026 | 11.01 WIB Last Updated 2026-08-17T04:01:23Z


 Jakarta -  INFO BS   :   Anggota DPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait pengibaran bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8). Ia menilai insiden tersebut perlu ditangani secara tegas, namun tetap profesional agar tidak memicu persoalan baru.


Bamsoet mengatakan aparat penegak hukum harus mengusut peristiwa tersebut secara tuntas dan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Aparat penegak hukum harus mengusutnya secara tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8).


Selain pengibaran bendera bulan bintang, Bamsoet mengecam tindakan penurunan bendera Merah Putih yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut. Menurutnya, tindakan yang menyentuh simbol negara harus mendapat perhatian serius karena berpotensi mengganggu semangat perdamaian Aceh yang telah terjaga selama 21 tahun.


Meski demikian, Bamsoet mengingatkan agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, objektif, dan tidak berlebihan. Menurut dia, aparat perlu mampu membedakan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan individu yang melakukan provokasi, kekerasan, perusakan, maupun tindakan yang merendahkan simbol dan lambang negara.


Mantan Ketua MPR RI itu menilai pendekatan hukum yang tepat diperlukan untuk menjaga kewibawaan negara sekaligus mencegah munculnya kesan bahwa seluruh masyarakat Aceh kembali berada dalam pusaran konflik.


“Perlu dilakukan investigasi menyeluruh secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya.


Bamsoet juga mendorong pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai aspirasi masyarakat Aceh dapat disalurkan melalui mekanisme yang tepat.


Ia turut mengajak tokoh agama, tokoh adat, mantan kombatan, tokoh masyarakat, pemuda, serta kelompok masyarakat sipil agar tidak mudah terprovokasi. Menurut Bamsoet, pengalaman Aceh menunjukkan bahwa konflik dan perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog dan perundingan.


Jika masih terdapat persoalan terkait pelaksanaan kekhususan Aceh, kesejahteraan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, maupun persoalan lainnya, Bamsoet meminta agar seluruhnya diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog.


“Aceh sudah membuktikan bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui meja perundingan. Saya meminta semua pihak menahan diri, menjaga ketertiban, dan bersama-sama merawat perdamaian Aceh,” katanya.


Insiden pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau bendera bulan bintang tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada Sabtu (15/8). Aksi yang berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman kemudian menimbulkan kericuhan. Bamsoet menekankan, penanganan peristiwa tersebut harus diarahkan untuk menegakkan hukum sekaligus menjaga keberlanjutan perdamaian di Aceh.(ant)



×
Berita Terbaru Update