Notification

×

Iklan

Iklan

“HUT ke-81 RI, Komisi XII DPR Nilai Target Lifting Minyak 2027 Masih Realistis.”

Senin, 17 Agustus 2026 | 16.24 WIB Last Updated 2026-08-17T09:24:30Z

Jakarta  -  INFO BS   :   Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 merupakan target yang realistis dan dapat dicapai (achievable). Sebab, ia meyakini target tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional di momentum 81 tahun Indonesia merdeka.


Hal tersebut disampaikannya kepada Parlementaria usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Dirinya mengatakan target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari masih realistis jika melihat capaian produksi sebelumnya. Ia menyebut Indonesia pada 2025 berhasil mengalami rebound dan melampaui target yang ditetapkan dalam APBN. “Target 610 ini menurut saya realistis dan achievable. Jadi mudah-mudahan ini dapat tercapai,” ujar Patijaya.


Menurutnya, peningkatan lifting minyak tetap menghadapi tantangan, salah satunya natural decline atau penurunan produksi secara alami di sejumlah lapangan, termasuk Cepu. Namun, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan produksi melalui pengelolaan sumur-sumur rakyat.


Sementara itu, untuk target lifting gas sebesar 950 ribu barel setara minyak per hari, ia juga menyatakan optimistis dapat dicapai. Meskipun sejumlah sumur gas mengalami natural decline, terdapat lapangan-lapangan gas baru yang mulai berproduksi dan menunjukkan perkembangan positif.


“Kita sekarang ini mulai memproduksi beberapa sumur-sumur gas baru. Dan saya cukup optimis bahwa lapangan progresnya juga cukup baik, cukup bagus,” katanya.


Maka dari itu, Patijaya menegaskan pencapaian target lifting minyak dan gas membutuhkan optimalisasi produksi lapangan eksisting sekaligus pengembangan lapangan-lapangan baru. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.


“Jadi baik itu untuk lifting oil maupun lifting gas, menurut saya semuanya realistis dan achievable,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. (sumber: dprgoid)



 


×
Berita Terbaru Update