Binjai - INFO BS : Keluhan warga terkait kondisi saluran drainase di Jalan Teratai, Lingkungan IV, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, kembali mencuat. Masyarakat setempat menilai kondisi parit di kawasan permukiman tersebut mengalami pencemaran yang menyebabkan aliran air tidak lancar serta menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, endapan kotoran tampak memenuhi sebagian saluran drainase yang berada di lingkungan mereka. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir tanpa adanya penanganan yang dianggap efektif oleh masyarakat.
Warga mengaku khawatir apabila persoalan tersebut terus dibiarkan karena dapat berdampak pada kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Selain menyebabkan bau menyengat, saluran air yang tersumbat juga berpotensi menimbulkan genangan saat hujan turun.
Sejumlah warga menduga limbah yang masuk ke dalam parit berasal dari aktivitas pencucian pada fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tidak jauh dari lokasi. Fasilitas tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Karya Emas Rencana. Namun demikian, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang yang menyimpulkan sumber pencemaran tersebut berasal dari aktivitas dimaksud.
Erik, salah seorang warga yang mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terdampak, mengatakan persoalan tersebut telah lama menjadi perhatian warga. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan lingkungan yang bersih dan saluran air yang berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kami menerima banyak keluhan dari warga. Persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan masyarakat berharap ada langkah nyata dari pihak terkait agar saluran air kembali bersih dan tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan,” ujarnya.senin (8/6/2026)
Menurut Erik, dalam komunikasi yang pernah dilakukan dengan pihak SPPG, warga dipersilakan menyampaikan laporan kepada instansi yang berwenang apabila merasa dirugikan atau terdampak oleh kondisi tersebut. Ia juga menyebut bahwa persoalan ini telah beberapa kali disampaikan kepada pihak pengelola yayasan agar mendapat perhatian serius.
Meski demikian, warga berharap adanya kepastian penyelesaian sehingga kondisi lingkungan dapat kembali normal. Mereka meminta pemerintah daerah dan instansi teknis terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi drainase serta mengidentifikasi sumber permasalahan yang sebenarnya.
Hal senada disampaikan Direktur eKsekutif LSM P3H Sumatera Utara, M. Jaspen Pardede. Menurutnya, keluhan masyarakat harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan instansi pengawas lingkungan hidup. Ia meminta agar dilakukan pemeriksaan secara objektif guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengelolaan limbah.
“Jika memang ditemukan adanya pelanggaran atau pengelolaan limbah yang tidak sesuai ketentuan, tentu harus dilakukan evaluasi dan perbaikan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan fakta di lapangan melalui pemeriksaan yang profesional dan transparan,” kata Jaspen.
Ia menambahkan, apabila persoalan tersebut tidak memperoleh tindak lanjut yang memadai, pihaknya berencana menyampaikan laporan kepada sejumlah lembaga pemerintah pusat agar mendapat perhatian lebih lanjut.
Sementara itu, warga berharap Pemerintah Kota Binjai bersama instansi teknis terkait segera melakukan investigasi lapangan dan mengambil langkah penanganan yang tepat. Menurut mereka, kepastian mengenai sumber pencemaran sangat penting agar solusi yang diterapkan benar-benar efektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Masyarakat juga meminta seluruh pihak terkait untuk membuka ruang komunikasi yang baik sehingga persoalan lingkungan tersebut dapat diselesaikan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola Yayasan Karya Emas Rencana terkait dugaan pencemaran saluran drainase yang dikeluhkan warga. Oleh karena itu, masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi berwenang guna memastikan penyebab pasti kondisi parit yang saat ini menjadi perhatian warga Binjai Utara.(ktrB-01)
.jpeg)