Notification

×

Iklan

Iklan

Komisi III DPR: Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Jadi Sinyal Bahaya bagi Demokrasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 21.44 WIB Last Updated 2026-03-14T14:44:49Z


Jakarta -  INFO BS  :   Insiden penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPR, I Nyoman Parta menilai peristiwa tersebut merupakan peringatan serius terhadap kondisi demokrasi serta kebebasan sipil di Indonesia. 


Menurut anggota Komisi III DPR, aksi kekerasan terhadap aktivis yang selama ini dikenal vokal dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia tidak bisa dianggap sebagai kasus kriminal biasa. Serangan semacam itu dinilai berpotensi menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat sipil yang selama ini aktif menyuarakan kritik dan pengawasan terhadap kekuasaan.


Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara tegas untuk melindungi para pejuang HAM serta memastikan ruang demokrasi tetap aman. Jika tindakan intimidasi atau kekerasan terhadap aktivis dibiarkan, maka hal tersebut dapat mencederai prinsip kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.


Lebih lanjut, Komisi III DPR mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Penyelidikan yang transparan dan profesional dianggap sangat penting guna menghindari spekulasi publik serta memastikan keadilan bagi korban.


Menurutnya, penyiraman air keras merupakan bentuk kekerasan yang sangat serius karena tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang. Oleh karena itu, proses hukum harus dilakukan secara cepat dan akuntabel agar pelaku dapat segera dimintai pertanggungjawaban.


Selain itu, ia juga menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap aktivis, jurnalis, maupun pembela HAM yang kerap berada di garis depan dalam mengawal isu-isu publik.


Komisi III DPR pun mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat sipil yang kritis merupakan bagian penting dari sistem demokrasi. Aktivis dan organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan akuntabel.


Karena itu, segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun teror terhadap mereka tidak boleh ditoleransi. Negara diminta menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin keamanan setiap warga negara yang menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat.


Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut kini tengah menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan latar belakang kejadian, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap kondisi demokrasi di tanah air.


Dengan pengusutan yang tuntas dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga serta ruang demokrasi di Indonesia tetap terlindungi.(sumber ant) 

 


×
Berita Terbaru Update