Notification

×

Iklan

Iklan

Lonjakan Kasus Kekerasan Anak, Ansari Desak Penguatan Fungsi Rumah Aman di Kepulauan Riau

Sabtu, 21 Februari 2026 | 19.46 WIB Last Updated 2026-02-21T12:46:36Z


Jakarta   -  INFO BS  :  Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau, Ansari, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.


Dalam keterangannya yang dimuat di laman Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (dpr.go.id) Jumat (20/2/2026)., Ansari menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, tren kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan perlunya langkah konkret dan terukur untuk mencegah kasus serupa terus berulang.


Salah satu langkah strategis yang ia dorong adalah optimalisasi peran Rumah Aman di wilayah Kepulauan Riau. Ansari menyebut, Rumah Aman harus benar-benar difungsikan sebagai tempat perlindungan sementara yang nyaman, aman, dan mampu memberikan pendampingan psikologis serta hukum bagi korban.


“Rumah Aman tidak boleh hanya menjadi simbol. Harus ada tenaga profesional seperti psikolog, pekerja sosial, serta pendamping hukum yang siap membantu korban hingga proses pemulihan,” ujarnya.


Ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas sosial, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta aparat kepolisian. Dengan sinergi yang kuat, penanganan kasus diharapkan bisa lebih cepat dan tidak menambah trauma bagi korban.


Ansari menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan anak. Sosialisasi tentang pola asuh yang baik, deteksi dini kekerasan, serta keberanian melapor harus terus digalakkan hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Menurutnya, banyak kasus tidak terungkap karena korban dan keluarga takut atau tidak tahu harus mengadu ke mana.


Selain itu, ia mendorong adanya anggaran yang memadai untuk operasional Rumah Aman agar fasilitas tersebut tidak terkendala dalam memberikan pelayanan. Dukungan anggaran dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana, layanan konseling, hingga kebutuhan dasar korban selama masa perlindungan.


Ansari berharap pemerintah daerah di Kepulauan Riau dapat menjadikan isu perlindungan anak sebagai prioritas pembangunan sosial. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak.


“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jika mereka tidak kita lindungi hari ini, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan daerah dan negara,” tegasnya.


Dengan penguatan fungsi Rumah Aman serta komitmen bersama dari seluruh pihak, Ansari optimistis angka kekerasan terhadap anak di Kepulauan Riau dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memastikan setiap korban mendapatkan hak perlindungan dan pemulihan secara menyeluruh.(sumber :dprgoid)



×
Berita Terbaru Update