Bantuan Bedah Rumah yang dialihkan kepada anak Kepling
Langkat - INFO BS : Program bedah rumah tahun 2025 di Kelurahan Tanjung Langkat menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa bantuan tersebut tidak tepat sasaran. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi pelaksanaan program, bahkan beredar isu bahwa bantuan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah mewah yang dikaitkan dengan keluarga Kepala Lingkungan (Kepling) V serta pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai kroninya.
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya ketidaksesuaian antara kriteria penerima bantuan dengan kondisi riil di lapangan. Warga menilai masih banyak rumah tidak layak huni yang seharusnya menjadi prioritas, namun belum mendapatkan sentuhan program pemerintah tersebut.
“Kami melihat di kelurahan Tanjung Langkat kecamatan Salapian bantuan bedah rumah untuk warga miskin justru dinikmati oleh yang tidak berhak,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan sabtu (21/2/2026).
Program bedah rumah sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan kondisi hunian yang memprihatinkan. Proses penetapan penerima bantuan seharusnya melalui tahapan pendataan, verifikasi, serta musyawarah di tingkat lingkungan dan kelurahan agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik.
Terkait isu pembangunan rumah mewah yang dikaitkan dengan anak Kepling dan pihak tertentu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan. Awak media telah berupaya meminta klarifikasi melalui surat resmi guna memperoleh penjelasan yang berimbang, namun belum mendapatkan tanggapan dari Kepling V Ponidi Ikhsan dan Lurah Tanjung Langkat kecamatan Salapian Kabupaten Langkat .
Praktisi Hukum Langkat – Binjai G.Sukirman SH menilai, jika benar terjadi penyimpangan, hal tersebut dapat mencederai rasa keadilan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat pemerintahan di tingkat kelurahan. Karena itu, transparansi dan audit terbuka dinilai penting untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang.
Di sisi lain, warga berharap aparat terkait segera melakukan penelusuran atas dugaan tersebut agar tidak berkembang menjadi isu liar yang meresahkan. Klarifikasi resmi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kondusivitas lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, polemik seputar dugaan salah sasaran bantuan bedah rumah masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Warga mendesak agar program sosial yang bersumber dari anggaran pemerintah benar-benar dikelola secara profesional, akuntabel, dan berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan.
Awak Media akan terus memantau perkembangan kasus ini serta membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan, demi menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.(ktrB-01)

