Medan – INFO BS : Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), optimisme tumbuh di kalangan internal partai. Sejumlah tokoh menilai agenda lima tahunan tersebut diperkirakan berlangsung teduh dan tanpa gejolak berarti. Penyebabnya, sejumlah figur baik dari kalangan senior maupun kader muda mulai menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam proses regenerasi kepemimpinan, tanpa memunculkan konflik yang menajam.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H. Syamsul Qamar, yang juga anggota DPRD Sumut, menyebut bahwa Musda Golkar Sumut kali ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi pasca tahun politik, sekaligus ruang bagi munculnya sosok-sosok potensial yang selama ini mendorong penguatan struktur partai di daerah. Nama-nama dari generasi senior dikenal memiliki jam terbang panjang, sementara kader muda datang dengan gagasan baru, basis elektoral dinamis, serta intensitas interaksi yang lebih kuat dengan publik.
Syamsul juga menyampaikan bahwa dinamika kepemimpinan dalam tubuh Golkar Sumut relatif stabil. Meski terdapat aspirasi dan preferensi politik yang beragam, pola komunikasi antar faksi disebut cukup cair sehingga kecil kemungkinan munculnya friksi serius. Hal ini dianggap sebagai modal penting untuk menjaga soliditas partai menjelang agenda besar nasional dan daerah ke depan.
“Golkar itu struktur yang mapan, mekanisme berjalan dan figur-figur kuatnya sudah cukup paham bagaimana menjaga keseimbangan,” ujar Syamsul Senin (12/1/2026). Menurutnya, tantangan justru berada pada soal bagaimana menata strategi pemenangan menuju pesta demokrasi berikutnya.
Figur-figur potensial dari kader senior dinilai unggul dalam pengalaman organisatoris dan jaringan elite, sementara tokoh muda mengisi ruang kreatifitas dalam kampanye berbasis digital hingga penguatan struktur di akar rumput. Kombinasi ini menurut sebagian kader dapat menjadi energi baru bagi Golkar Sumut untuk memperluas basis dukungan publik.
Selain fokus pada pemilihan ketua, Musda juga diperkirakan membahas agenda strategis terkait konsolidasi organisasi, rekrutmen politik, serta peningkatan peran partai dalam proses legislasi dan kebijakan daerah. Sejumlah wilayah kabupaten/kota disebut telah memberikan sinyal dukungan untuk memastikan Musda berlangsung tertib dan demokratis.
Dengan atmosfer yang relatif kondusif, Musda Golkar Sumut diprediksi menjadi ruang temu penting antar generasi dalam tubuh partai, sekaligus menunjukkan kemampuan Golkar menjaga budaya politik yang inklusif dan terukur. Para kader berharap agenda tersebut dapat menghasilkan kepemimpinan yang adaptif dan relevan dengan tantangan politik kontemporer tanpa meninggalkan nilai historis Golkar sebagai salah satu kekuatan politik besar di Indonesia.(sumber : analisadaily)
