Notification

×

Iklan

Iklan

Andar Amin Harahap: Kebutuhan dan Figur Konsensus di Persimpangan Golkar Sumatera Utara Oleh: Sopian AliAkbar Lubis

Rabu, 14 Januari 2026 | 12.07 WIB Last Updated 2026-01-14T05:07:58Z


 Medan  - INFO BS  :  Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sumatera Utara pada Januari 2026, arah angin politik internal partai mulai terbaca karena di tengah menguatnya sejumlah figur kader muda, satu nama kian sering disebut dalam percakapan kader lintas daerah yaitu Andar Amin Harahap.


Bukan tanpa alasan karena dalam dinamika Golkar Sumatera Utara yang kompleks, Andar muncul sebagai figur konsensus tokoh yang relatif diterima lintas generasi, lintas wilayah, dan lintas kepentingan internal partai.


Berbeda dengan figur yang mengandalkan jejaring kekuasaan sesaat, karena Andar dibentuk oleh proses panjang dalam tradisi Golkar itu sendiri. 


Lulusan STPDN Jatinangor, Bandung ini telah menapaki jenjang kepemimpinan pemerintahan secara lengkap pernah menjabat sebagai Wali Kota Padangsidimpuan (2013–2018), Bupati Padang Lawas Utara (2018–2023), dan kini Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II, Fraksi Partai Golkar, Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, pertanahan, dan aparatur negara serta di internal partai, ia juga menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Padang Lawas Utara.


Rangkaian pengalaman tersebut memberi Andar keunggulan penting kemampuan membaca birokrasi, memahami psikologi politik daerah, serta menjembatani kepentingan pusat dan daerah karena dalam hal ini, Golkar Sumut yang terdiri dari 33 DPD II dengan karakter politik yang beragam, maka kemampuan ini bukan sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan strategis.


Lebih dari itu, Andar bukan figur asing di internal Golkar. Sebab ia lahir dan dibesarkan dalam tradisi politik Golkar. Ayahnya, Drs. H. Bachrum Harahap, adalah tokoh strategis Golkar di Tapanuli Bagian Selatan pernah menjabat Ketua DPRD Tapanuli Selatan dan Bupati Padang Lawas Utara dua periode karena faktor ini menjadikan Andar memahami betul struktur, kultur, dan etika internal Golkar, sesuatu yang tidak dapat dipelajari secara instan.


Dalam situasi Musda yang sarat spekulasi arah pusat, maka kehadiran Andar justru menawarkan jalan tengah. Sebab ia tidak hadir sebagai simbol perlawanan, tetapi juga tidak bergantung pada tekanan vertikal karena Andar hadir sebagai opsi rasional bagi kader yang menginginkan stabilitas, keadilan proses, dan soliditas jangka panjang.


Percakapan informal di internal Golkar Sumut menunjukkan bahwa dukungan terhadap Andar mulai mengalir, khususnya dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan dan sejumlah daerah lain yang menginginkan Musda berlangsung demokratis tanpa dominasi skenario karena Andar dinilai mampu meredam potensi resistensi internal pasca-Musda, dan sebuah faktor krusial menuju konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.


Golkar Sumut tidak sedang membutuhkan pemimpin yang hanya kuat pada hari pemilihan namun Golkar membutuhkan ketua yang mampu menjaga partai tetap utuh setelah Musda selesai karena dalam hal inilah, Andar Amin Harahap dinilai banyak kader sebagai figur yang paling memenuhi syarat.


Sebab jika Musda Golkar Sumut dijalankan secara terbuka dan adil, maka peluang Andar untuk tampil sebagai pemenang bukan sekadar kemungkinan, melainkan konsekuensi logis dari kebutuhan partai akan kepemimpinan yang matang, inklusif, dan berakar kuat di daerah.


Oleh karena itu, dalam Musda kali ini bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang mampu menyatukan. Sebab dalam peta politik Golkar Sumatera Utara hari ini, saya melihat Andar Amin Harahap berada pada posisi yang paling dekat dengan kebutuhan tersebut bukan karena ia paling lantang, melainkan karena ia paling dibutuhkan.








×
Berita Terbaru Update