Notification

×

Iklan

Iklan

"DPR Ajak Generasi Muda Jadikan Teknologi dan Kreativitas sebagai Motor UMKM Naik Kelas."

Rabu, 23 September 2026 | 13.38 WIB Last Updated 2026-09-23T06:38:04Z


 Jakarta   -   INFO BS   :    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi turut mengambil peran dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengandalkan kreativitas serta kemampuan digital.


Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan UMKM memiliki ruang inovasi yang besar dan dapat menjadi sektor strategis bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang ekonomi.


“Anak-anak muda harus melihat UMKM bukan hanya sebagai objek yang harus dibantu, tetapi sebagai sektor ekonomi yang memiliki ruang inovasi sangat besar,” kata Lamhot di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.


Pernyataan tersebut disampaikan Lamhot ketika menjadi pemateri dalam kegiatan edukasi kepada mahasiswa mengenai kebijakan publik dan pengembangan ekonomi kerakyatan.


Menurut dia, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin terkoneksi dengan teknologi digital membuka peluang luas bagi generasi muda untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan usaha.


Digitalisasi, kata Lamhot, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemasaran, menjangkau konsumen di luar wilayah usaha, sekaligus membangun hubungan secara langsung dengan pelanggan.


Ia menilai keterlibatan anak muda semakin dibutuhkan karena pelaku UMKM harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen serta persaingan usaha yang semakin terbuka.


Lamhot mengingatkan pertumbuhan ekonomi nasional tidak semata-mata bergantung pada perusahaan berskala besar. Jutaan pelaku UMKM menjalankan aktivitas ekonomi setiap hari dan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.


“Karena itu, UMKM harus menjadi bagian penting dalam cara kita melihat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.


Selain teknologi dan pemasaran, Lamhot menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kebijakan pemerintah dapat memberikan pengaruh langsung terhadap perkembangan dunia usaha hingga aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah.


Ia juga mengingatkan bahwa upaya mendorong UMKM naik kelas tidak cukup hanya melalui tambahan modal. Pelaku usaha membutuhkan peningkatan kapasitas pengelolaan bisnis, pemanfaatan teknologi, kepastian legalitas, standardisasi produk, serta akses pasar yang lebih luas.


“Kalau UMKM hanya diberikan modal tetapi tidak dibekali kemampuan mengelola usaha, maka persoalannya tidak selesai. Yang dibutuhkan adalah ekosistem agar mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan,” kata Lamhot.


Karena itu, penguatan kapasitas pelaku UMKM dinilai perlu berjalan beriringan dengan kemudahan akses pembiayaan dan perluasan pasar. Dengan demikian, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi diarahkan untuk membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang.


Lamhot menambahkan, UMKM yang mampu meningkatkan kapasitas usaha, memenuhi standar produk, memanfaatkan teknologi, serta memperluas pasar memiliki peluang untuk semakin terintegrasi dalam ekosistem ekonomi nasional.


Dorongan tersebut sekaligus menempatkan generasi muda sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kemampuan menguasai teknologi dan menghasilkan inovasi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk membangun usaha baru, tetapi juga membantu UMKM tradisional beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital.(sumber:ant) 




×
Berita Terbaru Update