Jakarta - INFO BS : Komisi I DPR RI menuntaskan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 25 calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia yang dipersiapkan untuk menjalankan tugas diplomatik di sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional.
Proses uji kelayakan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026). Para calon dubes yang merupakan rekomendasi pemerintah diminta memaparkan program kerja serta rencana diplomasi yang akan dijalankan apabila nantinya mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan, seluruh calon telah menyampaikan program kerja dalam proses uji kelayakan. Setelah rangkaian tersebut selesai, Komisi I sepakat memproses nama-nama calon dubes ke tahapan berikutnya.
Namun, Dave menjelaskan hasil pembahasan tidak dapat disampaikan secara substantif kepada publik karena rapat berlangsung tertutup. Hasil uji kelayakan selanjutnya dirangkum Komisi I untuk diserahkan kepada pimpinan DPR RI.
“Karena sifat rapat yang tadi itu tertutup sehingga kita tidak bisa mengumumkan apa pun yang berkaitan yang lebih substantif,” ujar Dave di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Dave, setelah menerima rangkuman hasil dari Komisi I, pimpinan DPR RI akan meneruskannya kepada Presiden untuk ditindaklanjuti. Pemerintah nantinya yang akan mengumumkan hasil akhir proses tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono menyebut proses seleksi calon dubes telah dilakukan secara ketat oleh Kementerian Luar Negeri sebelum nama-nama tersebut diajukan kepada DPR.
Sebanyak 25 calon yang menjalani uji kelayakan itu diproyeksikan mengisi sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia, mulai dari China, Inggris, India, Yordania, Yunani, Kolombia, Timor Leste, Tanzania, Sudan, Sri Lanka, Kuwait, Peru, Spanyol, Filipina hingga sejumlah negara lainnya.
Daftar tersebut juga mencakup calon untuk perwakilan Indonesia di ASEAN. Beberapa calon bahkan dipersiapkan untuk merangkap tugas di lebih dari satu negara, seperti perwakilan untuk China sekaligus Mongolia, Inggris sekaligus Irlandia dan IMO, serta India sekaligus Bhutan.
Dengan selesainya tahapan di Komisi I, proses pengisian sejumlah pos duta besar RI kini memasuki tahap berikutnya. DPR akan menyampaikan hasil uji kelayakan kepada Presiden, sementara keputusan dan pengumuman mengenai calon yang akan ditetapkan menjadi duta besar berada pada tahapan lanjutan pemerintah.
Komposisi calon tersebut mencakup diplomat dan figur yang dipersiapkan untuk menghadapi beragam agenda hubungan luar negeri Indonesia, termasuk penguatan kerja sama bilateral, hubungan multilateral, perdagangan, investasi, serta kepentingan diplomasi Indonesia di negara-negara sahabat.(sumber:ant)
