Jakarta - INFO BS : Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, mendesak pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Medan dengan Aceh sebagai bagian dari pengembangan jaringan rel Trans-Sumatera. Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Ijeck menegaskan bahwa transportasi kereta api merupakan moda angkutan massal yang paling efektif, efisien, aman, ramah lingkungan, serta memiliki ketepatan waktu yang tinggi. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat alokasi anggaran sektor perkeretaapian agar pembangunan jaringan rel dapat dipercepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut legislator asal Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu, banyak negara maju menjadikan kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik. Ia mencontohkan Singapura yang terus mengembangkan jaringan rel sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan, sekaligus mengurangi tingkat polusi.
Ijeck juga menyoroti kondisi jaringan kereta api di Sumatera Utara yang dinilai mengalami kemunduran dibandingkan masa lalu. Padahal, sejak era kolonial Belanda, wilayah Sumatera Utara hingga Aceh telah memiliki jaringan rel yang cukup luas dan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Ia mempertanyakan belum berlanjutnya pengoperasian jalur kereta Medan–Aceh Tamiang yang menurutnya secara fisik masih memiliki lintasan. Selain itu, Ijeck juga menyinggung jalur menuju Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, yang hingga kini belum kembali difungsikan secara optimal.
Menurutnya, pengaktifan kembali jalur-jalur tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar arus logistik, serta membuka akses transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ijeck turut mengingatkan pentingnya optimalisasi konektivitas menuju kawasan ekonomi strategis. Ia menilai keberadaan jalur kereta menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk angkutan barang, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai layanan angkutan penumpang guna mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
"Jika angkutan penumpang dapat dioperasikan menuju kawasan pelabuhan, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut diyakini akan semakin meningkat," ujarnya.
Selain itu, Ijeck memberikan apresiasi terhadap rencana pembangunan jalur kereta api hingga Kota Pinang. Namun, ia berharap proyek tersebut tidak berhenti di titik tersebut, melainkan diteruskan hingga Provinsi Riau agar konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera semakin kuat.
Menurutnya, penyambungan jalur kereta lintas provinsi akan membuka peluang investasi baru, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan. Ia berharap DJKA Kementerian Perhubungan dapat menjadikan pengembangan jaringan rel Trans-Sumatera sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan dukungan anggaran yang memadai dan komitmen pemerintah, Ijeck optimistis pembangunan jaringan kereta api di Sumatera dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antardaerah, sekaligus menghadirkan layanan transportasi massal yang modern, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(ktrB-01)
