Notification

×

Iklan

Iklan

“Komisi VII Dorong Pemda dan UMKM Optimalkan Demam Final Piala Dunia untuk Menggerakkan Ekonomi Lokal.”

Kamis, 16 Juli 2026 | 22.11 WIB Last Updated 2026-07-16T15:11:55Z


 Jakarta   -   INFO BS  :  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengajak pemerintah daerah (pemda) bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat menjelang partai final Piala Dunia 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.


Menurut Lamhot, euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi berbagai sektor usaha. Aktivitas masyarakat yang meningkat selama penyelenggaraan Piala Dunia telah menciptakan ruang usaha baru yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi lokal.


Ia menjelaskan, kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai daerah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet pedagang makanan dan minuman, kedai kopi, penjual atribut sepak bola, pelaku percetakan, penyedia jasa dekorasi, hingga pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan momentum olahraga sebagai sarana promosi.


"Ketika masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan, aktivitas ekonomi ikut tumbuh. Pedagang kuliner, minuman, kopi, hingga UMKM di sekitar lokasi nobar merasakan peningkatan pendapatan. Efek berganda seperti ini perlu terus didorong," ujar Lamhot di Jakarta, Kamis.


Menjelang pertandingan final yang mempertemukan Tim Nasional Argentina melawan Spanyol, Lamhot memperkirakan antusiasme masyarakat akan semakin tinggi. Kondisi tersebut diyakini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan, khususnya pada sektor kuliner, fesyen olahraga, penjualan atribut sepak bola, hingga industri kreatif yang mengembangkan produk bertema olahraga.


Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penggemar sepak bola yang sangat besar. Setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga ke tingkat komunitas melalui ribuan kegiatan nobar yang diselenggarakan oleh masyarakat, komunitas, maupun pelaku usaha.


Lamhot juga menilai kemudahan akses siaran pertandingan Piala Dunia membuat manfaat ekonomi semakin merata. Masyarakat dapat menikmati pertandingan tanpa harus mengeluarkan biaya besar, sementara pelaku usaha di lingkungan permukiman, desa, hingga sentra UMKM memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan melalui berbagai aktivitas ekonomi yang muncul selama turnamen berlangsung.


Meski demikian, ia mengingatkan agar momentum Piala Dunia tidak hanya dimaknai sebagai ajang hiburan semata. Pemerintah daerah diharapkan mampu berkolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas olahraga, dan penyelenggara kegiatan masyarakat untuk menghadirkan berbagai program yang dapat memperkuat ekonomi lokal.


Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain festival kuliner, bazar UMKM, promosi produk unggulan daerah, pameran ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan acara nobar yang melibatkan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


Lamhot menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan sebagai penggerak aktivitas ekonomi apabila dikelola secara baik. Tingginya animo masyarakat terhadap final Piala Dunia seharusnya menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada publik sekaligus memperluas pasar bagi UMKM.


Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku UMKM terus diperkuat agar momentum Piala Dunia 2026 mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan pelaku usaha, serta mendorong perkembangan sektor ekonomi kreatif di berbagai wilayah Indonesia.(ktrB-01) 




J


×
Berita Terbaru Update