Jakarta - INFO BS : Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari DPRD Kota Tangerang. Skema tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Jusman Said, mengatakan pelaksanaan MBG melalui kantin sekolah berpotensi memangkas rantai distribusi makanan sehingga proses penyajian menjadi lebih efisien. Selain itu, makanan yang disiapkan di lingkungan sekolah dinilai lebih segar karena diproduksi dan disajikan secara langsung.
"Pada prinsipnya kami mendukung. Jika dikelola melalui kantin sekolah, efisiensi pelaksanaan program akan semakin baik karena tidak memerlukan proses distribusi yang panjang. Makanan juga dapat disajikan dalam kondisi lebih segar," ujar Jusman dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Para petani, peternak, maupun pelaku usaha kecil dapat dilibatkan sebagai pemasok kebutuhan pangan, seperti sayuran, telur, daging, dan berbagai bahan makanan lainnya.
Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi siswa, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar sekolah.
Jusman menambahkan bahwa sistem pengelolaan melalui kantin sekolah juga mempermudah proses pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, pihak sekolah akan lebih mudah memastikan standar kebersihan, kandungan gizi, serta kesesuaian menu dengan kebutuhan peserta didik.
"Pengawasan terhadap kualitas makanan menjadi lebih optimal karena seluruh proses berlangsung di lingkungan sekolah. Selain aspek gizi, menu yang disajikan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan para siswa," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilaksanakan karena memperoleh dukungan luas dari kalangan peserta didik.
Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa sebanyak 43,4 juta siswa atau sekitar 80,94 persen dari total 53,5 juta peserta didik di Indonesia telah menerima manfaat Program MBG.
Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan sejumlah penyempurnaan dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk mengkaji pelibatan kantin sekolah sebagai penyedia makanan bergizi agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian terhadap sasaran penerima manfaat dengan memprioritaskan sekolah-sekolah yang siswanya dinilai lebih membutuhkan dukungan Program Makan Bergizi Gratis.
Melalui berbagai penyempurnaan tersebut, pemerintah berharap Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal serta memperkuat peran sekolah dalam menyediakan layanan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi seluruh siswa.(sumber:ant)
.jpg)