Jakarta - INFO BS : Partai Golkar menilai kebijakan strategis Presiden dalam sektor energi berhasil membawa Indonesia menuju ketahanan energi yang semakin kuat di tengah dinamika global. Berbagai langkah terukur yang diambil pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi gejolak harga energi dunia.
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyampaikan bahwa kebijakan Presiden dijalankan secara tepat dan terarah, terutama melalui penguatan peran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, penunjukan Menteri ESDM yang sekaligus memegang peran strategis dalam struktur ketahanan energi menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan tersebut.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi melalui keputusan presiden pada awal 2025. Satgas ini memiliki mandat untuk mempercepat pengolahan sumber daya alam, termasuk sektor energi dan mineral, serta memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan lebih terintegrasi.
Golkar menilai langkah tersebut mampu menciptakan desain kelembagaan yang solid dan tidak terfragmentasi. Dalam struktur tersebut, Menteri ESDM berperan sebagai ketua Satgas sekaligus figur sentral dalam mengoordinasikan kebijakan energi nasional. Hal ini dinilai membuat kebijakan pemerintah menjadi lebih efektif dan responsif terhadap tantangan global.
Tak hanya itu, penguatan juga dilakukan melalui Dewan Energi Nasional (DEN) yang memberikan landasan strategis dalam perumusan kebijakan energi jangka panjang. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, Indonesia dinilai semakin adaptif dalam merespons dinamika pasar energi internasional.
Capaian tersebut tercermin dari pengakuan global terhadap ketahanan energi Indonesia. Dalam laporan lembaga internasional JPMorgan Asset & Wealth Management bertajuk Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026, Indonesia disebut menempati posisi kedua dunia dalam hal ketahanan menghadapi guncangan harga energi.
Dalam laporan tersebut, Indonesia memiliki tingkat perlindungan energi sekitar 77 persen, yang didukung oleh kekuatan sumber daya domestik seperti batu bara dan gas, serta kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.
Golkar menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi perencanaan kebijakan yang matang, desain kelembagaan yang terintegrasi, serta pelaksanaan program yang konsisten. Ke depan, partai tersebut mendorong agar pemerintah terus memperkuat hilirisasi dan diversifikasi energi guna menjaga keberlanjutan ketahanan energi nasional.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada sektor energi, kebijakan pemerintah dinilai telah memberikan fondasi kuat bagi Indonesia untuk tetap stabil. Golkar pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat.(sumber)
.jpg)