Notification

×

Iklan

Iklan

Pimpin Gugus Tugas Transisi Energi, Bahlil Lahadalia Bidik Penyelesaian 100 GW PLTS dalam Empat Tahun

Jumat, 06 Maret 2026 | 20.14 WIB Last Updated 2026-03-06T13:14:12Z


 Jakarta   -  INFO BS  :  Pemerintah terus mempercepat agenda transisi energi nasional guna mendukung target pengurangan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang dipercaya memimpin Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi, menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dapat terealisasi dalam kurun waktu empat tahun ke depan.


Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, PLTS dinilai sebagai salah satu solusi paling realistis untuk mendorong transformasi energi nasional menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Bahlil , Kamis (5/3/2026), menegaskan bahwa target pembangunan 100 GW PLTS bukan sekadar rencana ambisius, melainkan langkah konkret yang didukung oleh berbagai kebijakan strategis. Pemerintah akan mengoptimalkan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, serta sektor swasta guna mempercepat realisasi proyek-proyek energi surya di berbagai wilayah Indonesia.


Menurutnya, percepatan pembangunan PLTS juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menekan emisi karbon serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor energi hijau.


Dalam pelaksanaannya, Satgas Transisi Energi akan memetakan potensi lokasi pembangunan PLTS yang tersebar di berbagai daerah, baik dalam bentuk pembangkit skala besar maupun pembangkit atap yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Pemerintah juga berupaya menyederhanakan regulasi agar proses investasi dan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.


Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, bahkan diperkirakan mencapai ribuan gigawatt. Namun hingga saat ini pemanfaatannya masih relatif kecil dibandingkan potensi yang ada. Oleh karena itu, percepatan pembangunan PLTS menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.


Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pengembangan PLTS juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Dengan demikian, sistem energi Indonesia ke depan akan lebih ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.


Pemerintah optimistis target pembangunan 100 GW PLTS dapat tercapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terkoordinasi dan konsisten menjalankan program transisi energi. Melalui kepemimpinan Bahlil dalam Satgas Transisi Energi, pemerintah berharap percepatan pembangunan pembangkit energi surya dapat menjadi tonggak penting menuju masa depan energi Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya saing. (rel) 



×
Berita Terbaru Update