Notification

×

Iklan

Iklan

Bahlil Targetkan Cadangan BBM Nasional Naik Dari 25 Hari Ke 90 Hari

Rabu, 04 Maret 2026 | 01.44 WIB Last Updated 2026-03-03T18:44:24Z


Jakarta   - INFO BS  :  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan kapasitas cadangan bahan bakar minyak (BBM) dari 25 hari menjadi 90 hari. Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan global sekaligus memastikan stabilitas distribusi energi di dalam negeri.


Kebijakan ini disampaikan Bahlil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkokoh fondasi energi nasional. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan konsumsi energi yang terus meningkat harus memiliki cadangan strategis yang memadai. Selama ini, ketahanan stok BBM nasional dinilai masih relatif terbatas karena hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 25 hari. Kondisi itu dianggap belum ideal apabila terjadi krisis geopolitik, gangguan rantai pasok, maupun lonjakan permintaan secara tiba-tiba.


“Ke depan kita akan dorong agar cadangan BBM nasional bisa mencapai 90 hari. Ini standar yang lebih aman untuk negara sebesar Indonesia,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.selasa (3/3/2026)


Bahlil menjelaskan, peningkatan kapasitas stok tersebut akan dilakukan secara bertahap melalui pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan, optimalisasi kilang, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara dan swasta. Pemerintah juga akan menyiapkan skema pembiayaan yang tepat agar program ini berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.


Ia menekankan bahwa penguatan cadangan energi bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara. Dengan cadangan yang lebih besar, Indonesia akan lebih siap menghadapi dinamika pasar minyak dunia yang fluktuatif. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri sehingga tidak mudah terdampak gejolak eksternal.


Menurut Bahlil, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa cadangan strategis energi menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi. Ketika terjadi konflik atau gangguan distribusi internasional, negara dengan stok energi memadai cenderung lebih stabil dan tidak panik dalam mengambil kebijakan.


Pemerintah juga tengah melakukan pemetaan lokasi strategis untuk pembangunan tangki penyimpanan baru di sejumlah wilayah. Hal ini dilakukan agar distribusi cadangan dapat merata dan mendukung kebutuhan di berbagai daerah, termasuk kawasan timur Indonesia yang selama ini menghadapi tantangan logistik lebih besar.


Langkah memperpanjang daya tahan stok BBM hingga 90 hari ini sekaligus menjadi bagian dari agenda reformasi sektor energi. Selain meningkatkan cadangan, pemerintah tetap mendorong transisi energi dan pengembangan sumber energi baru terbarukan agar ketergantungan pada impor minyak dapat ditekan secara bertahap.


Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap ketahanan energi nasional semakin kuat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Bahlil optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan dukungan regulasi yang tepat, target peningkatan stok BBM hingga tiga kali lipat itu dapat direalisasikan demi kepentingan masyarakat luas dan keberlanjutan pembangunan nasional.(sumber:ant)


 


×
Berita Terbaru Update