Jakarta - INFO BS : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa intervensi pemerintah melalui program tersebut merupakan investasi jangka panjang demi menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar di Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, Misbakhun menjelaskan bahwa pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah memiliki kaitan erat dengan kualitas pendidikan dan masa depan bangsa. Menurutnya, negara saat ini tidak hanya memastikan anak memperoleh akses pendidikan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan nutrisi sebagai fondasi tumbuh kembang generasi penerus.
Ia menilai program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam mempersiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dengan asupan gizi yang lebih baik, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan belajar yang optimal, konsentrasi lebih baik, serta kesehatan yang terjaga sejak usia dini.
Politisi Partai Golkar tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi negatif yang berkembang di media sosial terkait program pemerintah. Menurutnya, berbagai kebijakan prioritas nasional, termasuk MBG, harus dilihat dari manfaat jangka panjangnya bagi masyarakat luas.
“Program ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan generasi mendatang memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan mampu bersaing dengan bangsa lain,” ujar Misbakhun.
Selain membahas program MBG, Misbakhun turut menyinggung komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan subsidi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga bantuan sosial lainnya. Ia menyebut kebijakan subsidi tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Menurut Misbakhun, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden terus berupaya menjaga keseimbangan antara program perlindungan sosial dan pembangunan ekonomi nasional. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap terlindungi, sekaligus memperoleh manfaat dari berbagai kebijakan strategis negara.

.jpg)