Jakarta - INFO BS : Indonesia kembali mencatatkan capaian penting di sektor energi setelah masuk dalam dua besar negara dengan ketahanan energi terbaik dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga keuangan global JP Morgan Asset Management, Indonesia dinilai mampu menunjukkan daya tahan tinggi menghadapi gejolak energi global di tengah ketidakpastian geopolitik internasional.
Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan pemerintah dalam memperkuat fondasi energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sabtu (2/5/2026) menegaskan bahwa Indonesia terus mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi produksi migas domestik, diversifikasi pasokan impor, hingga percepatan program energi alternatif.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan produksi minyak nasional. Pada 2025, Indonesia mencatatkan hasil positif dengan produksi minyak yang berhasil melampaui target APBN untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Keberhasilan ini diraih melalui pemanfaatan teknologi baru pada sumur-sumur tua yang sebelumnya tidak produktif serta pemberian insentif kepada kontraktor kontrak kerja sama agar produksi dapat kembali meningkat.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat pengembangan proyek-proyek migas strategis yang selama ini tertunda. Salah satunya adalah proyek Blok Abadi Masela yang mulai bergerak setelah pemerintah menetapkan tenggat tegas kepada operator untuk segera merealisasikan investasi. Proyek senilai miliaran dolar tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan gas nasional dalam jangka panjang.
Di sektor bahan bakar, pemerintah mencatat tonggak penting dengan penghentian impor solar pada 2026. Kebijakan ini didukung implementasi mandatori biodiesel yang kini telah mencapai campuran 40 persen minyak sawit atau B40, dan ditargetkan meningkat menjadi B50 pada pertengahan tahun. Program tersebut dinilai berhasil menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik.
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan kebijakan serupa untuk bensin melalui program pencampuran etanol. Indonesia menargetkan penerapan campuran etanol sebesar 20 persen pada bensin mulai 2028, yang diproyeksikan dapat memangkas impor bensin hingga jutaan kiloliter per tahun.
Untuk mengurangi beban impor LPG yang masih tinggi, pemerintah mengembangkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. CNG dinilai lebih murah 30 hingga 40 persen dibanding LPG dan telah diuji coba pada sejumlah sektor usaha serta program makan bergizi gratis.
Di sisi lain, strategi diversifikasi impor minyak juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kawasan Timur Tengah. Pemerintah mulai memperluas sumber pasokan dari Afrika, Amerika, hingga Rusia guna memastikan stabilitas cadangan energi nasional di tengah risiko konflik global.
Masuknya Indonesia ke posisi kedua dunia dalam ketahanan energi menjadi sinyal positif bahwa langkah-langkah reformasi sektor energi mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah optimistis penguatan produksi domestik, hilirisasi, bioenergi, dan diversifikasi pasokan akan semakin memperkokoh kemandirian energi nasional di masa mendatang.(sumber)
