Binjai - INFO BS : Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Binjai kembali menggelar kegiatan rutin bertajuk ngopi bareng bersama para ketua etnis dan jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai di Caffe Sehati Binjai, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna itu dihadiri langsung Kepala Badan Kesbangpol Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd, Sri Eka Sembiring, serta jajaran pengurus dan tokoh etnis yang tergabung dalam FPK Kota Binjai.
Turut hadir Ketua Etnis India Muslim.Muhammad Usman , Ketua Etnis Minang Azwir, Ketua Etnis Sunda Haji Djainuddin, Ketua Etnis Karo Iskandar Muda Ginting, Ketua Etnis Aceh Taufik, Ketua Etnis Simalungun Jan Simon Purba, Ketua Etnis Pakantan Lintang, Ketua Etnis Batak Ricardo, Ketua Etnis Jawa Suwarno, Ketua Etnis Melayu Tengku Chairil, Ketua Etnis Banten, Ketua FPK Kota Binjai Mahyadi SP, serta Sekretaris FPK Sabarhati Ndruru.dan ASN Kesbangpol Lainnya
Dalam sambutannya, Ketua FPK Kota Binjai Mahyadi SP menyoroti kondisi keamanan Kota Binjai yang belakangan menjadi perhatian masyarakat akibat maraknya aksi begal di sejumlah titik.
Menurut Mahyadi, fenomena meningkatnya aksi kriminalitas jalanan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya aparat keamanan tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh etnis, tokoh agama, dan keluarga.
“Belakangan ini aksi begal cukup meresahkan masyarakat. Ini bukan hanya tugas kepolisian, tapi tanggung jawab bersama. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Mahyadi.
Ia berharap seluruh ketua etnis yang tergabung dalam FPK tetap menjaga kekompakan dan soliditas dalam mendukung terciptanya kondisi Kota Binjai yang aman, damai, dan kondusif.
Mahyadi juga mengingatkan pentingnya komunikasi lintas etnis sebagai benteng menjaga harmonisasi sosial di tengah beragam tantangan keamanan yang muncul.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Binjai Drs. Ruslianto, M.Pd menyampaikan apresiasi atas konsistensi FPK menggelar forum komunikasi informal yang dinilai efektif mempererat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ruslianto menegaskan perlunya peningkatan sinergi antara para ketua etnis, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat kepolisian, serta unsur Forkopimda dalam mencegah maraknya aksi begal dan gangguan kamtibmas lainnya.
“Kita berharap seluruh stakeholder, khususnya jajaran FPK, terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama. Persoalan keamanan tidak bisa diselesaikan sendiri, harus kolaboratif,” katanya.
Ia menilai keberadaan FPK memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat pembauran kebangsaan di Kota Binjai yang dikenal plural dan heterogen.
Melalui kegiatan ngopi bareng rutin tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat solidaritas antar etnis sekaligus mendukung terciptanya Kota Binjai yang lebih aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh masyarakat.(ktrB-01)

