Notification

×

Iklan

Iklan

Lamhot Sinaga Apresiasi Langkah Menteri ESDM Bahlil Hentikan Impor Solar

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16.14 WIB Last Updated 2026-01-31T09:14:28Z


Jakarta – INFO BS  :  Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menghentikan impor solar mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi VII DPR- RI Lamhot Sinaga yang menilai langkah tersebut sebagai kebijakan strategis dan berpihak pada kepentingan nasional, khususnya dalam memperkuat kemandirian energi dalam negeri.


Lamhot Sinaga menyebut, keputusan menghentikan impor solar merupakan langkah berani yang patut diapresiasi, mengingat selama ini Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan energi dari luar negeri. Ketergantungan tersebut, menurutnya, tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga membuat ketahanan energi nasional berada pada posisi rentan.


“Langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ini menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kemandirian energi nasional. Jika produksi dan pengolahan dalam negeri dioptimalkan, maka impor solar memang tidak lagi menjadi kebutuhan utama,” ujar Lamhot Sinaga baru baru ini di Jakarta.


Ia menilai, kebijakan tersebut juga akan berdampak positif terhadap penguatan industri energi nasional, termasuk sektor hulu dan hilir migas. Dengan berkurangnya impor, maka potensi peningkatan serapan produksi dalam negeri akan semakin besar, sekaligus mendorong efisiensi dan tata kelola energi yang lebih sehat.


Selain itu, Lamhot menekankan bahwa penghentian impor solar dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi distribusi, pengawasan, hingga pencegahan kebocoran yang selama ini kerap menjadi persoalan klasik. Ia menilai, selama pengawasan diperketat dan data kebutuhan energi disusun secara akurat, kebijakan ini justru akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi negara.


“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada impor. Negara harus berdaulat dalam sektor energi. Apa yang dilakukan Menteri ESDM saat ini adalah langkah awal yang sangat penting,” tegasnya.


Lamhot Sinaga juga berharap kebijakan tersebut didukung secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk BUMN energi dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan setop impor solar tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terimplementasi secara efektif dan berkelanjutan.


Dengan kebijakan ini, ia optimistis Indonesia mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan pemborosan anggaran negara akibat impor bahan bakar minyak, khususnya solar, yang selama ini nilainya sangat besar (dari berbagai sumber ) 

 


×
Berita Terbaru Update