Binjai – INFO BS : Dugaan pelanggaran disiplin hingga indikasi penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 7 Binjai kian menjadi sorotan publik. Kepala sekolah berinisial W dilaporkan sering tidak masuk kerja dalam waktu lama tanpa keterangan jelas, memicu pertanyaan serius terkait tata kelola sekolah dan transparansi anggaran.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah wali murid, guru, hingga wartawan media cetak menyebutkan bahwa kepala sekolah jarang terlihat berada di lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap lemahnya pengawasan internal, termasuk dalam pengelolaan Dana BOS yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah per tahun.
“Sering kami datang ke sekolah, tapi kepala sekolah tidak ada. Urusan konfirmasi jadi terbengkalai,” ungkap salah seorang wartawan media cetak yang enggan disebutkan namanya, Kamis (29/1/2026).
Sorotan semakin tajam setelah muncul keluhan terkait keterlambatan pembayaran sejumlah kewajiban sekolah, mulai dari honor petugas keamanan hingga pembayaran langganan media cetak. Bahkan, papan informasi penggunaan Dana BOS yang seharusnya dipajang secara terbuka di sekolah disebut tidak diperbarui secara berkala.
Bendahara Dana BOS SMP Negeri 7 Binjai, Riski, saat dikonfirmasi sebelumnya mengakui bahwa dana untuk pembayaran tertentu telah diserahkan kepada kepala sekolah. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka terkait realisasi penggunaan dana tersebut secara rinci.

