Notification

×

Iklan

Iklan

Rp200 Triliun Dana Pemerintah Dialihkan dari BI ke Bank: Apa Dampaknya?

Jumat, 12 September 2025 | 06.21 WIB Last Updated 2025-09-11T23:21:55Z

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta - INFO BS : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggulirkan kebijakan penting dengan memindahkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang selama ini disimpan di Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan. Langkah ini disebut sebagai upaya mempercepat perputaran ekonomi, memperkuat belanja pemerintah, serta menambah likuiditas di bank-bank nasional, khususnya bank BUMN.


Menurut Purbaya, dana sebesar itu tidak boleh hanya diam di rekening BI. Pemerintah menilai, jika dana digerakkan lewat bank, kredit bisa lebih mudah mengalir ke sektor produktif. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah merestui kebijakan ini sebagai bagian dari strategi mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah tekanan global.


Dari sisi manfaat, kebijakan ini dinilai bisa membawa tiga efek besar. Pertama, likuiditas bank meningkat, sehingga biaya dana bisa turun dan bunga kredit berpotensi lebih rendah. Hal ini akan membantu dunia usaha, termasuk UMKM, dalam mengakses modal kerja. Kedua, belanja pemerintah dapat lebih cepat terealisasi. Realisasi anggaran yang lebih awal berarti daya beli masyarakat meningkat, proyek infrastruktur berjalan, dan industri terdorong dari hulu hingga hilir. Ketiga, sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi akan mendapat suntikan segar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menilai kebijakan ini bisa memacu produksi industri domestik yang sempat melambat akibat kekurangan pembiayaan.


Namun, para ekonom memperingatkan adanya risiko. Penambahan likuiditas yang terlalu besar dapat menekan nilai tukar rupiah jika tidak diimbangi instrumen stabilisasi. Investor asing bisa menarik dana keluar bila imbal hasil dianggap tidak sepadan dengan risiko. Selain itu, bila lonjakan permintaan akibat kredit murah tidak diimbangi kapasitas produksi, inflasi bisa meningkat. Universitas Gadjah Mada bahkan menekankan bahwa tanpa koordinasi erat dengan Bank Indonesia, kebijakan ini dapat menimbulkan volatilitas di pasar keuangan.


Bank Indonesia di sisi lain dituntut menjaga keseimbangan. Dana yang dialihkan pemerintah tidak boleh kembali diserap lewat operasi moneter, karena itu akan mengurangi efektivitas kebijakan. Sinkronisasi fiskal dan moneter menjadi kunci agar tujuan awal tercapai: menumbuhkan ekonomi tanpa memicu gejolak inflasi maupun depresiasi rupiah.


Secara keseluruhan, langkah Purbaya menarik Rp200 triliun dari BI ke bank dapat menjadi stimulus kuat bagi perekonomian. Efek jangka pendeknya berupa tambahan likuiditas, kredit lebih murah, dan percepatan belanja negara. Namun efek jangka panjang sangat bergantung pada pengelolaan risiko makro dan koordinasi antarotoritas. Jika sukses, kebijakan ini bisa menjadi momentum penting memperkuat fondasi ekonomi nasional.


(Sumber: bisnis.com, kompas.tv, liputan6.com, idntimes.com, tempo.co)


(kTrb-02)


×
Berita Terbaru Update