Jakarta – INFO BS : Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menegaskan komitmennya memperkuat kaderisasi kepemimpinan generasi muda untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional. Organisasi kepemudaan yang menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar itu didorong tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan kader kompeten, berintegritas, dan memiliki kemampuan mengabdi kepada masyarakat.
Ketua Umum DPP AMPI, Zigo Rolanda, menegaskan organisasi tersebut harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional sekaligus kawah candradimuka kaderisasi Partai Golkar.
Pernyataan itu disampaikan Zigo dalam refleksi peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Menurutnya, generasi muda harus ditempa melalui penguatan karakter, pengembangan gagasan, serta pengalaman nyata agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Zigo yang juga anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar menilai tantangan anak muda semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, persaingan dunia kerja, derasnya arus informasi, hingga tuntutan terhadap pemimpin yang profesional dan berintegritas.
Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dikutip Zigo menunjukkan pemilih Generasi Z dan milenial mencapai sekitar 58,38 persen dari total pemilih pada Pemilu 2024. Besarnya proporsi tersebut memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Untuk menjawab tantangan itu, Zigo mendorong AMPI mengembangkan kaderisasi melalui tiga pilar utama, yakni kepemimpinan berbasis gagasan, pengalaman langsung di tengah masyarakat, serta pengembangan talenta kepemimpinan yang profesional dan berintegritas.
Kader muda perlu dibekali pemahaman mengenai isu strategis, seperti ekonomi digital, kewirausahaan, ketahanan pangan, transisi energi, dan pembangunan daerah. Mereka juga didorong mampu menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat.
Selain penguatan kapasitas intelektual, keterlibatan langsung dalam pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan sosial, serta pengembangan kewirausahaan menjadi bagian penting dari proses pembentukan kepemimpinan.
Zigo turut menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, kader AMPI harus mampu mengolah aspirasi masyarakat menjadi gagasan dan program terukur, bukan sekadar menjadi konsumen informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ia menambahkan, keberhasilan AMPI tidak semata-mata diukur dari besarnya organisasi, banyaknya kegiatan, atau mobilisasi politik, melainkan dari kualitas pemimpin yang dilahirkan dan manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Zigo berharap AMPI menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berani berpikir, mampu berkolaborasi, serta bertanggung jawab dalam menjalankan amanah demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(sumber:ant)
