Jakarta - INFO BS : Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mendesak Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penggelembungan atau mark up harga masker di tengah kondisi bencana alam.
Rivqy menilai praktik menaikkan harga masker secara tidak wajar sangat merugikan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan alat pelindung kesehatan ketika terjadi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan maupun aktivitas erupsi gunung api.
“Kami meminta ada tindakan tegas bagi pihak-pihak yang dengan sengaja menaikkan harga masker,” kata Rivqy dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, tindakan tegas dari pemerintah diperlukan agar praktik serupa tidak kembali terjadi. Selain melindungi konsumen, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar saat kondisi darurat.
Rivqy mengaku menerima informasi mengenai dugaan lonjakan harga masker dari laporan masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, masker dengan jenis dan spesifikasi yang sama sebelumnya dijual dengan harga puluhan ribu rupiah, namun kemudian mengalami kenaikan hingga mencapai ratusan ribu rupiah.
Ia juga menyoroti dugaan praktik tidak sehat di sejumlah lokapasar. Menurut laporan yang diterimanya, terdapat pedagang yang membatalkan pesanan masker yang sudah dilakukan konsumen, kemudian kembali menawarkan barang yang sama dengan harga lebih tinggi.
“Kasihan masyarakat yang terdampak dan membutuhkan masker, tetapi harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkannya,” ujarnya.
Rivqy mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api atau ring of fire, sehingga keberadaan gunung api aktif menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi. Kondisi tersebut membuat ketersediaan perlengkapan perlindungan kesehatan, termasuk masker, menjadi penting bagi masyarakat.
“Kita ini hidup di ring of fire. Kondisi gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu dapat erupsi harus menjadi pengingat pentingnya ketersediaan barang untuk perlindungan kesehatan, termasuk masker,” katanya.
Namun, ia mengingatkan situasi bencana tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan secara berlebihan.
Karena itu, Rivqy meminta Kemendag bersama jajaran pemerintah terkait segera melakukan pengawasan terhadap peredaran dan harga masker di pasaran. Pemerintah dinilai perlu memastikan mekanisme perdagangan berjalan secara wajar, terutama ketika permintaan terhadap masker meningkat akibat kondisi bencana.
“Pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga masker yang beredar di pasaran. Jangan sampai masyarakat yang sudah terdampak bencana justru semakin terbebani akibat harga masker yang melonjak,” tegasnya.
Ia berharap penindakan terhadap pelaku yang terbukti melakukan penggelembungan harga dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha lainnya agar tidak memanfaatkan kondisi darurat untuk meraup keuntungan secara tidak wajar.(sumber:ant)
.jpg)