Jakarta – INFO BS : Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap dipertahankan dan tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah dunia masih berfluktuasi. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar energi global.
Arahan itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, yang dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto, serta Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Usai rapat, Bahlil mengatakan pemerintah secara khusus membahas perkembangan harga minyak dunia yang masih bergerak dinamis. Menurutnya, Presiden meminta agar harga BBM subsidi tetap dijaga sehingga tidak membebani masyarakat.
"Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan," ujar Bahlil.
Selain memastikan harga BBM subsidi tetap stabil, pemerintah juga membuka peluang melakukan penyesuaian terhadap harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan. Menurut Bahlil, apabila harga minyak dunia turun, maka harga BBM non-subsidi juga dapat disesuaikan mengikuti mekanisme pasar.
Perkembangan ini sejalan dengan penurunan harga minyak dunia pada awal pekan. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional turun lebih dari lima persen menjadi sekitar 83,40 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah menjadi sekitar 79,60 dolar AS per barel. Penurunan dipicu meningkatnya optimisme terhadap kelanjutan jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai 1 Agustus 2026. Harga Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi pasar energi dunia.( sumber : ant)
.jpg)