Notification

×

Iklan

Iklan

"Optimalisasi Produk Lokal Dinilai Jadi Motor Kebangkitan Industri Nasional"

Kamis, 07 Mei 2026 | 17.07 WIB Last Updated 2026-05-07T10:07:17Z


Jakarta    -   INFO BS   :  Upaya memperkuat penggunaan produk dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong kebangkitan industri nasional. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan optimalisasi produk lokal bukan sekadar upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor, tetapi bagian penting dari penguatan struktur ekonomi nasional secara menyeluruh. 


Menurut Lamhot, ketika produk lokal mampu menjadi pilihan utama di pasar domestik, maka industri nasional akan memperoleh ruang tumbuh yang lebih besar. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas produksi, perluasan investasi, hingga terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.


“Jika produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka sektor industri akan bergerak lebih kuat. Produksi meningkat, daya saing tumbuh, dan kesempatan kerja juga semakin terbuka,” ujar Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026). 


Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian yang mendorong optimalisasi penggunaan produk lokal merupakan fondasi penting dalam membangun industri yang sehat dan berdaya saing. Strategi tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi nasional.


Lamhot menilai sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar bagi ekonomi Indonesia. 


Selain itu, sektor manufaktur juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Hingga 2024, industri manufaktur tercatat menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja. Angka tersebut dinilai berpotensi meningkat apabila kebijakan afirmasi terhadap produk lokal diterapkan secara konsisten di seluruh sektor.


Menurut Lamhot, optimalisasi produk lokal akan memberikan efek domino yang signifikan. Ketika permintaan terhadap produk dalam negeri meningkat, maka industri akan terdorong memperluas produksi, meningkatkan kebutuhan bahan baku, memperkuat rantai distribusi, serta menghidupkan sektor jasa pendukung lainnya.


“Ini bukan hanya soal substitusi impor, tetapi menciptakan ekosistem industri yang sehat dari hulu hingga hilir. Semua sektor akan ikut bergerak, mulai dari bahan baku, logistik, hingga jasa pendukung,” katanya. 


Ia juga menyoroti masih tingginya tekanan produk impor terhadap pasar domestik. Menurutnya, jika pasar nasional tidak dijaga dengan baik, maka potensi ekonomi Indonesia justru akan lebih banyak dinikmati produk luar negeri.


Padahal, Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar dan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun industri nasional. Karena itu, pemerintah didorong konsisten menjalankan kebijakan yang berpihak pada produk dalam negeri, termasuk melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah serta proyek strategis nasional.


Lamhot optimistis, apabila sinergi antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri berjalan baik, maka kebangkitan industri nasional dapat terwujud lebih cepat.


“Produk lokal harus menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan ekonomi bangsa. Jika kita serius mengoptimalkannya, maka yang kita bangun bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kedaulatan ekonomi nasional,” tegasnya. 


Melalui penguatan penggunaan produk lokal, Indonesia diharapkan mampu membangun industri yang lebih tangguh, mandiri, dan kompetitif di tengah tantangan ekonomi global. Kebijakan ini juga diyakini menjadi salah satu kunci penting menuju transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.(Sumber:ant)




×
Berita Terbaru Update