Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Minyak Dunia Sentuh 140 Dolar AS, Lamhot Sinaga Minta Pemerintah Kaji Penyesuaian BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 18.13 WIB Last Updated 2026-04-04T11:13:06Z


Jakarta -   INFO BS  :   Lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka 140 dolar Amerika Serikat (AS) per barel memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada sektor energi.


Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua Komisi VII  DPR RI Lamhot Sinaga meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, termasuk mempertimbangkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang guna menjaga keseimbangan fiskal di tengah gejolak harga energi global.


Kenaikan harga minyak dunia yang signifikan dinilai dapat berdampak langsung terhadap beban subsidi energi. Bahkan, lonjakan harga tersebut berpotensi menambah beban APBN hingga ratusan triliun rupiah apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. 


Lamhot Sinaga menegaskan bahwa pemerintah perlu bersikap realistis dalam merespons dinamika global, khususnya terkait harga minyak yang terus mengalami fluktuasi tajam. Menurutnya, kebijakan penyesuaian harga BBM bukan semata-mata pilihan, melainkan langkah yang harus dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan fiskal negara.


“Pemerintah perlu mempertimbangkan penyesuaian harga BBM agar beban fiskal tidak semakin berat,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap masyarakat dan keberlanjutan keuangan negara. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan dapat merancang skema kebijakan yang tepat sasaran, sehingga dampak kenaikan harga BBM tidak terlalu memberatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan.


Selain itu, Lamhot juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program perlindungan sosial sebagai langkah mitigasi apabila kebijakan penyesuaian harga BBM benar-benar diterapkan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.


Kondisi geopolitik dunia serta ketidakpastian pasokan energi menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak mentah. Situasi ini berdampak luas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.


Para pengamat menilai, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan, mengingat setiap keputusan terkait harga BBM akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah komprehensif yang tidak hanya fokus pada aspek fiskal, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas sosial dan ekonomi.


Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan rakyat. Transparansi dan komunikasi yang baik juga menjadi kunci dalam menyikapi kebijakan strategis tersebut.


Dengan situasi harga minyak dunia yang terus bergejolak, pemerintah dituntut untuk responsif dan adaptif dalam merumuskan kebijakan energi nasional. Langkah yang diambil diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal negara dan kesejahteraan masyarakat luas.(sumber) 



×
Berita Terbaru Update