Notification

×

Iklan

Iklan

Situasi Global Tak Menentu, Masyarakat Diajak Tetap Tenang Rayakan Lebaran.

Jumat, 20 Maret 2026 | 15.46 WIB Last Updated 2026-03-20T08:46:47Z


Jakarta – INFO BS  :  Di tengah meningkatnya ketegangan global yang berpotensi berdampak pada kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia diimbau tetap tenang dan bersatu, terutama menjelang momentum Idulfitri. Konflik internasional yang melibatkan kawasan Timur Tengah dinilai mulai memberi tekanan nyata terhadap stabilitas ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.


Ketegangan geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi energi dunia berisiko mendorong kenaikan harga minyak internasional. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui naiknya harga bahan bakar, biaya distribusi, hingga kebutuhan sehari-hari.


Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, menilai kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak membebani masyarakat secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa meskipun Indonesia tidak berada di pusat konflik, dampaknya tetap tidak bisa dihindari.


Pemerintah pun disebut telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk mendorong penghematan energi dan opsi kebijakan seperti pengurangan mobilitas hingga penerapan work from home (WFH). Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terdampak lebih dalam.


Dari sudut pandang masyarakat, kebijakan tersebut diharapkan mampu menahan lonjakan harga dan menjaga daya beli. Meskipun dalam jangka pendek mungkin memerlukan penyesuaian. 


“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujar Okta melalui keterangannya yang diterima oleh Parlementaria di Jakarta, Kamis (19/03/2026).


Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Situasi global yang tidak menentu kerap diiringi dengan spekulasi yang dapat memicu kepanikan. 


Sikap tenang dan rasional dinilai menjadi kunci dalam menghadapi kondisi ini. Momentum Idul Fitri disebut menjadi penguat penting bagi masyarakat untuk tetap solid. 


Tradisi saling memaafkan, berbagi, dan menjaga silaturahmi dinilai relevan dalam menjaga ketahanan sosial di tengah tekanan global.


“Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” lanjut Politisi Fraksi PAN ini.


Lebih jauh, masyarakat diharapkan dapat melihat kebijakan pemerintah dalam konteks jangka panjang. Meski tidak semua kebijakan terasa nyaman, langkah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak yang lebih besar di masa depan.


Dengan kondisi global yang belum pasti, peran masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional. Tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta saling mendukung menjadi kunci agar Indonesia mampu melewati tekanan global dengan baik.


Lebaran tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada solidaritas warganya. (sumber:dprgoid)

 


×
Berita Terbaru Update