Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa Masih Belajar di Tenda, DPR Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Sekolah

Minggu, 22 Februari 2026 | 10.59 WIB Last Updated 2026-02-22T03:59:15Z


Jakarta  -   INFO  BS :  Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan kembali menjadi sorotan. Di sejumlah daerah, proses belajar mengajar masih berlangsung di tenda darurat akibat bangunan sekolah yang rusak dan belum direhabilitasi. Situasi ini dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak pada kualitas pembelajaran serta keselamatan siswa dan guru.


Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mempercepat program revitalisasi sekolah. Fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak dasar setiap anak bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.


Menurut keterangan yang disampaikan dalam rilis resmi di laman DPR RI, masih adanya siswa yang belajar di bawah tenda menunjukkan belum meratanya pembangunan infrastruktur pendidikan. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat bangunan sekolah rusak berat karena faktor usia, bencana alam, maupun keterbatasan anggaran daerah.


DPR menilai percepatan rehabilitasi tidak hanya sebatas perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung seperti ruang kelas yang memadai, perpustakaan, laboratorium, hingga fasilitas sanitasi. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai sangat menentukan konsentrasi serta semangat belajar peserta didik.


Selain itu, DPR juga mendorong sinergi antara kementerian terkait dan pemerintah daerah agar pendataan sekolah rusak dapat dilakukan secara akurat dan transparan. Dengan data yang valid, alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah.


Para wakil rakyat menekankan bahwa proses belajar di tenda seharusnya hanya bersifat sementara dalam kondisi darurat. Jika berlangsung terlalu lama, hal itu berpotensi menurunkan mutu pendidikan serta memengaruhi psikologis siswa. Karena itu, pemerintah diminta menetapkan target waktu yang jelas dalam penyelesaian proyek revitalisasi sekolah.


DPR juga membuka peluang pengawasan ketat terhadap pelaksanaan anggaran pembangunan sekolah agar tidak terjadi penyimpangan. Setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan harus benar-benar digunakan demi kepentingan peserta didik.


Dengan percepatan revitalisasi, diharapkan seluruh siswa di Indonesia dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak, aman, dan representatif. Pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat daya saing bangsa di masa depan.(sumber:dprgoid) 



×
Berita Terbaru Update