Sibolga – INFO BS : Tak terasa sudah lebih dari dua pekan sejak bencana banjir dan longsor melanda kota Sibolga dan kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyisakan kerusakan material dan dampak emosional bagi ribuan warga. Di tengah kesulitan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara , dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, kembali menunjukkan kecepatan respon dan komitmen terus berkarya. Kali ini, tim PMI mengantarkan bantuan sembako langsung ke lokasi terdampak di Sibolga dan menghibur anak-anak korban bencana di tempat pengungsian di Tapteng, memberikan harapan dan sedikit keringanan dalam masa kesulitan.
Musa Rajekshah, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut, mengakui bahwa kondisi warga terdampak masih membutuhkan perhatian serius. "Kita tidak bisa berhenti hanya karena sudah memberikan bantuan sekali. Bencana tidak berakhir begitu saja, dan kebutuhan warga terus ada. Respon cepat adalah prioritas, tetapi terus berkarya adalah janji kita untuk mereka," ujar Musa saat memimpin distribusi bantuan di Posko Logistik Sibolga, Senin (8 Desember 2025).
Sebelumnya, PMI Sumut telah mengirimkan relawan dan bantuan mendesak seperti air bersih, makanan ringan, dan layanan kesehatan sejak akhir November 2025, tepat setelah bencana terjadi. Namun, dengan semakin memanjangnya masa pengungsian, kebutuhan akan bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan mie instan semakin meningkat. Kali ini, Musa Rajekshah membawa lebih dari ribuan paket sembako yang akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di beberapa kecamatan terdampak di Sibolga, antara lain Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Tengah.
Proses distribusi dilakukan secara terarah dengan kerja sama dengan Kader dan Pengurus Partai Golkar kota Sibolga , Dinas Sosial kota Sibolga dan relawan lokal. Setiap paket sembako beras, minyak goreng, mie instan , gula pasir, dan telur. Warga yang menerima bantuan tampak sangat bersyukur, terutama para ibu rumah tangga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan makanan keluarga. "Alhamdulillah, ada PMI yang selalu ingat kita. Bantuan sembako ini sangat membantu, karena saat ini kita tidak bisa bekerja seperti biasa," kata warga terdampak dipengungsian .
Setelah menyelesaikan distribusi di Sibolga, Musa Rajekshah dan tim PMI langsung melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Tengah, tepatnya ke Posko Pengungsian Warga di Gor Pandan, Kecamatan Pandan. Di sinilah, mereka tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghibur anak-anak korban bencana yang selama ini tertekan akibat pengalaman menyakitkan. Anak-anak yang awalnya terlihat pendiam dan sedih, perlahan mulai tersenyum ketika Musa dan relawan PMI mengajak mereka bernyanyi, bermain main, dan memberikan hadiah kecil berupa mainan dan buku tulis.
"Anak-anak adalah harapan masa depan. Meskipun mereka sedang menghadapi kesulitan, kita harus membuat mereka merasa dicintai dan memiliki harapan. Hiburan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan emosional mereka dan membuat mereka kembali ceria," jelas Musa sambil bermain bola dengan beberapa anak pengungsian. Kegiatan ini juga didukung oleh tenaga kesehatan mental PMI yang memberikan layanan psikososial bagi anak-anak dan orang tua, membantu mereka mengatasi trauma akibat bencana.
Kondisi di Tapteng memang tidak kalah sulit dengan Sibolga. Banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 telah membanjiri ratusan rumah, merusak infrastruktur, dan memisahkan banyak keluarga. Sampai saat ini, masih ada lebih dari 1.000 keluarga yang tinggal di tempat pengungsian, menunggu kondisi rumah mereka dapat diperbaiki. Pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan beras melalui Bulog, tetapi kebutuhan akan bahan makanan dan kebutuhan lainnya masih sangat besar.
Kehadiran Musa Rajekshah dan tim PMI mendapatkan apresiasi tinggi dari Forkofimda (OPD) Tapanuli Tengah . "Kami sangat berterima kasih kepada Ketua PMI Medan Musa Rajekshah yang selalu memberikan bantuan tanpa pamrih. Respon cepat dan kerja keras tim PMI sangat berarti bagi warga Tapteng yang sedang dalam kesulitan," ujar mereka . Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pihak swasta untuk mempercepat proses pemulihan dan pemulihan.
Musa Rajekshah yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum IMI Sumut selama dua periode dan pengusaha dengan bisnis yang beragam, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga otomotif, mengakui bahwa kepeduliannya terhadap masyarakat berasal dari nilai-nilai yang dia pelajari sejak kecil. "Ayah saya selalu mengajarkan saya untuk berbagi dengan orang lain yang lebih kurang beruntung. Sebagai ketua PMI, tugas saya tidak hanya mengelola organisasi, tetapi juga menjadi jembatan pengharapan bagi mereka yang membutuhkan," katanya.
Selain bantuan sembako dan hiburan anak-anak, PMI juga akan terus memberikan layanan kesehatan, air bersih, dan layanan pemulihan hubungan keluarga (RFL) bagi korban bencana di Sibolga dan Tapteng. Musa Rajekshah juga memanggil masyarakat umum dan pihak swasta untuk bergabung dalam aksi bakti, baik dengan memberikan bantuan material maupun sukarela sebagai relawan. "Kita tidak bisa melakukannya sendirian. Semua pihak perlu bekerja sama untuk membantu warga terdampak bencana kembali bangkit," pungkasnya.
Kegiatan hari ini adalah bukti nyata bahwa respon cepat dan terus berkarya adalah kunci dalam menanggapi bencana. Melalui kepemimpinan Musa Rajekshah, PMI tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memberikan sentuhan manusiawi yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Semoga dengan bantuan ini, warga Sibolga dan Tapteng dapat segera melewati masa kesulitan dan kembali ke kehidupan normal. (ktrB-01)
