Notification

×

Iklan

Iklan

Bahlil Umumkan Negosiasi Divestasi Saham Freeport Rampung, Pemerintah Tambah Kepemilikan 12 Persen

Rabu, 08 Oktober 2025 | 13.27 WIB Last Updated 2025-10-08T06:27:32Z

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Jakarta   -  INFO BS   :  Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa proses negosiasi divestasi tambahan saham sebesar 12 persen milik PT Freeport Indonesia telah resmi tuntas. Dengan selesainya proses tersebut, porsi kepemilikan pemerintah Indonesia melalui MIND ID (Mining Industry Indonesia) akan meningkat dari 51 persen menjadi 63 persen.


“Negosiasi divestasi 12 persen saham Freeport sudah selesai. Pemerintah Indonesia kini semakin memperkuat posisi dalam pengelolaan tambang tembaga terbesar di dunia itu,” ujar Bahlil di Jakarta, selasa (7/10/2025) dikutip dari Antaranews.com.


Menurut Bahlil, penyelesaian negosiasi tersebut merupakan hasil pembahasan panjang antara pemerintah Indonesia dengan pihak Freeport-McMoRan (FCX) Amerika Serikat. Proses negosiasi mencakup kesepakatan harga saham, mekanisme pembayaran, serta jaminan investasi jangka panjang dalam pengelolaan tambang Grasberg di Papua.


“Ini bukan proses yang mudah. Tapi dengan semangat nasionalisme dan prinsip keadilan ekonomi, kita berhasil memastikan kepentingan negara tetap menjadi prioritas,” kata Bahlil.


Ia menjelaskan, peningkatan kepemilikan saham ini akan memperkuat penerimaan negara, baik dari dividen maupun pajak, serta memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja dan pengusaha nasional dalam rantai pasok industri tambang.


“Dengan bertambahnya saham, otomatis keuntungan yang diterima negara akan meningkat. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan sumber daya alam,” tambahnya.


Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi hilirisasi tembaga untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Bahlil menyebut pembangunan fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur, akan menjadi penopang utama dalam mewujudkan kemandirian industri tambang nasional.


“Kita ingin dari tambang hingga produk akhir dilakukan di Indonesia. Inilah arah besar kebijakan investasi kita,” pungkasnya.


Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan penguasaan sumber daya alam Indonesia. Dengan selesainya negosiasi divestasi saham Freeport, pemerintah menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pemilik, tetapi juga pengelola utama hasil tambang yang strategis bagi perekonomian nasional.(red)



×
Berita Terbaru Update